Kiat untuk Parivritta Trikonasana (Revolved Triangle)

SAAT memulai yoga di beberapa kelas pertama saya, salah satu asana yang terlihat sederhana dan mudah tetapi ternyata sama sekali tidak ialah parivritta trikonasana. Postur ini memiliki tingkat kesulitan eksekusi yang lebih tinggi daripada triangle pose karena mengharuskan saya memuntir tubuh atas ke sisi yang berseberangan.

Saat masih kaku, badan terutama area pinggang dan perut saya cenderung susah diputar. Belum lagi kepala yang mengalami disorientasi/ kebingungan karena torso (batang tubuh) diposisikan sejajar dengan lantai. Kaki juga tidak bisa menapak dengan sempurna. Dan ini berakibat pada hilangnya keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Solusinya? Gunakan props atau alat bantu untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas kedua kaki. Props seperti balok yoga juga bisa mengarahkan seluruh tulang belakang agar mencapai ekstensi yang maksimal, atau menjaganya tetap panjang, tidak kolaps ke bawah.

Dengan memakai props berupa balok, mereka yang masih pemula juga bisa memutar kepala dengan lebih nyaman.

Kini, cobalah berdiri dalam posisi parivritta trikonasana dengan kaki kiri di depan. Bawa tubuh atas ke bawah dengan menjaga kesadaran bahwa sumbu pergerakan ialah sendiri pinggul. Dengan kata lain, pinggang ke atas tetap tegak dan stabil meski dilipat ke depan.

Kini letakkan tangan kanan di atas balok untuk menopang tubuh. Balok lebih baik diletakkan di sis dalam kaki kiri. Dengan demikian, tulang belakang terasa lebih panjang dan terentang maksimal serta mengokohkan kaki kanan.

Kemudian putar perut ke kiri saat membuang napas, lalu terus panjangkan tulang belakang dari tulang ekor sampai ubun-ubun.
Tekan tangan kanan secara keseluruhan ke blok dan bukalah area dada dengan mengarahkan lengan kiri ke atas. Di titik ini, parivritta trikonasana idealnya terasa stabil (di kedua kaki) dan panjang (sensasi di sepanjang tulang belakang) serta lega (di area dada).

Bila leher masih kaku atau ada sensasi pusing dan mata masih susah difokuskan ke jari tengah tangan kiri, jangan cemas. Coba dulu memfokuskan ke satu titik di lantai. Baru perlahan putar sedikit leher 90 derajat sehingga mata mengarah ke samping.

Bagi yang mengalami cedera leher atau kaku, disarankan berhati-hati di postur ini. Dalam kondisi tersebut, biarkan kepala terkulai begitu saja agar terasa lebih rileks. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *