“Oostindisch doof zijn”

IDIOM satu ini memiliki riwayat yang panjang dalam sejarah Belanda yang berkaitan dengan Indonesia. Secara harafiah, maknanya ialah “pura-pura tidak mendengar ala Hindia Timur”.

Idiom ini berasal dari masa lampau saat Indonesia masih menjadi jajahan Belanda yang bernama resmi Hindia Timur (Ooost Indie). Mereka menganggap Indonesia sebagai bagian dari kerajaan Belanda hingga 1949, kata tutor yang mengajarkan saya dari Belanda itu.

Kenapa 1949? Bukankan kita bangsa Indonesia sudah menyatakan proklamasi kemerdekaan di tahun 1945. Ternyata mereka menghitung masa kemerdekaan kita dari sejak kekalahan agresi militer, bukannya dari proklamasi kemerdekaan pasca kekalahan Jepang di Perang Dunia II.

Idiom ini muncul dari kejengkelan para pemimpin bangsa Indonesia yang kala itu harus menghadapi dan berdebat dengan para pejabat Hindia Belanda. Mereka kerap menemui jalan buntu saat harus berkomunikasi dengan perwakilan Belanda yang berpura-pura tidak memahami mereka tetapi sebetulnya mereka paham dan tahu benar duduk permasalahan keluhan bangsa Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *