Majapahit Online Game: Bringing History to Virtual World

Ivan chen dari solo: riset selama 8 bulan dengan konsultasi dengan pakar sejarah majapahit, diberikan referensi untuk penelitian ini.  Dari arkeologi nasional. Saat bicara tentang sejarah ,kita mau meninjau dari segala sisi, dari bahasa kawi sehingga lebih nyata. Games tdk hanya sbg alat bersenang-senang tetapi juga sebagai alat marketing. Apa yang dipasarkan? Indonesia. Negeri ini punya sejarah yang besar yang terkenal sampai di banyak tempat bahkan di inggris yang memakai simbol majapahit. Pembuatan dari akhir januari 2011, terhenti krn dana. Akhirnya harus bekukan sampai ada investasi. Tim 20 orang. Story script writer, music director, dsb. Game ini multifacet , ada di FB sbg social hub , ada di android, iphone dan mobile. dibagi 4 catur warna, brahmana, ksatria, sudra dan waisya. Mengamati peranan penting dalam masing2 elemen. Dari pemerintahan, militer,perdagangan,rakyat jelata. Setting saat bangkitnya majapahit dan runtuhnya majapahit. Tokohnya dari masa depan  yang ingin ubah sejarah sehingg a mjapahit tidak runtuh. Mencegah keruntuhan. Tiba-tiba erlempar ke masa lalu. Kenapa angkat majapahit? Krn saat itulah fondasi indonesia didirikan. Seluruh nusantara disatukan, ada wawasan nusantra yang memandang bumi, laut menjadi satu kesatuan.  Laut dipandang sebagai penyatu itulah mengapa aspek maritim kita kuat di masa majapahit. Dan bhineka  tunggal ika dan pancasilan lahir di era yang sama.  Jadi sekarang kita sedang terpecah.  Game ini berusaha untuk memberikan pemahaman mengapa kita perlukan pancasila dan bhineka tunggal ika untuk menyatukan perbedaan.
Kumpulkan pemikiran orang-orang dari berbagai lini . untuk sastra, sudah dirilis buku berupa novel tentang bagian pertama game ini “Senopati Terakhir”. Bagian ini menceritakan  bag pertama game Majapahit Online, runtuhnya singosari dan bangkitnya majapahit. Dari sana dibuat sebuah script film. Akan dilaunch di Facebook, dua minggu kemudian di iPhone, di Android dan feature phone seperti Nokia dan video klipnya sebagai preview untuk filmnya. . Dan akan dilakukan casting. Persiapan makan waktu krnsaatsusun script, percakapan dalam bahasa kawi semua. Jika kita ingin membuat film yang berlatarbelakang filosofinya. Kita tkd bisa trik dari akar sejarahnya, itulah mengapa kita pakai bhs kawi. Kalau kita tarik dari akarnya, akibatnya kita akan sulit untuk memahami arti sebenarnya dari peninggalan sejarah , seperti saat membahas candi yg dibilang porno pdhl ada arti filosofisnya.  Kita punya budaya tulis, pdhl sbeenranya ada tetapi tulisan kita saja yang berbeda. Kita tinggal di daerah yg dekat dengan lempeng yang suka bergeser dan timbulkan bencana, sebelum 1500 dikodifikasi dalam bentuk candi sehinga tidak hilang jika tertimbun. Itu semiotik, lambang. Tdk ada angka tetapi simbol ,sbg penyimpan informasi. Dlm bentuk arca dna candi. Sudah terpikir oleh manusia indonesia dulu.
Tergerak krn kita prihatin indonesia baru kena krisis identitas, kita harus menengok sejarah kita, kita bis abesar seperti sekarang karena apa. Filosofi yang satukan kita itu apa. Keprihatinan ini makin menjadi saat saksikan perobohan patung wayang di purwakarta. Pdhl itu akar tradisi kita bahkan sebelum bangsa lain mencapai kebudayaan yang seluruh itu.
Majapahit ini namanya negeri di bawah angin (the land behind the wind). Frase ini dipilih bahkan sebelum game dibuat untuk menggambarkan sebutan orang arab untuk indonesia 500 tahun yang lalu.  Ivan menantang apakah betul indonesia ada di bawah angin. Justru kita sekarang mewujudkan sebutan itu dengan mengikuti budaya bangsa lain.
Tokoh utamaanime banget sih, jepang sendiri butuh waktu 50 tahun untuk buat style sendiri, dibuat ngepop tetapi dengan elemen indonesia : arya dwipangga, ranggalawe, raden wijaya. Tokoh utamanya yang dari masa depan adalah tara (bintang), aditya (matahari) dan chandra (bulan). Aditya jatuh di pedesaan yang jauh dari majapahit, dia harus bantu desa itu jadi maju.saras jatuh di kapal mongol yang ekspedisi ke jawa, chandra: bayangkara telik sandi (mengumpulkan info dg menjadi penghibur) chandra kirana. Majapahit dari dalam luar dan kehidupan lautnya.
Sejarah kita kaya sekali. Kalau film korea,? Karena kita sering pandang remeh budaya sendiri. Candi suku, ada simbol phallus dan ,ini adlaah simbol penciptaan. Pertemuan energi tuhan dengan energi alam. Melawan hukum alam krn tdk ada energi yg diciptakan dan dimusnahkan. Posisi lengan kita dan tangan saat berdoa juga menunjukkan adanya simbol pertemuan laki-laki dan perempuan. Semua rahasia alam tergambar secara semiotik.
From ancient to digital: Ivan Chen of Anantarupa Studio mesmerized a flock of youths at just his booth.

Wijaya "Om Jay" Kusumah: "Kalau Sehari Belum Posting, Belum Tenang"

Wijaya Kusumah: Dari pengajar jadi blogger dan influencer

Wijayakusuma atau yang sering disapa dengan Om Jay sore kemarin (3/ 12) menerima penghargaan sebagai Guraru Award Acer 2011. Pengajar TIK di SMP LabSchool ini adalah penasihat blogger bekasi dan penasihat ikatan guru indonesia.

Ia mulai ngeblog 2007 tapi baru tahu manfaat ngeblog di tahun 2008. Om Jay mungkin lebih banyak dikenal setelah masuk kompasiana.com tapi sebelumnya ia sudah menulis di wordpress.com dan blogspot. Blog detik, multiply, dagidigdug tercatat juga sudah menjadi ajangnya berbagi ide. Namun kini komitmennya diperuntukkan  untuk Kompasiana karena ngeblog di sana lebih cepat ditanggapi oleh sesama blogger menurutnya. Berikut adalah wawancara santai yang saya lakukan dengan blogger leahiran 41 tahun silam yang konon baru saja sembuh dari sakitnya.

 

Komunitas blogging apa saja yang Om Jay ikuti sampai saat ini?

Komunitas blogger guru, Bekasi, dan MGMP guru TIK. Dan blog sendiri. Mainly di kompasiana dan jika sudah bagus dipindahkan ke blog sendiri.

Cari ide dengan banyak jalan silaturahim, ke teman blogger dan jalan bis adpaat cerita dan diminta ke berbagai daerah. Sehingga bisa menulis setiap hari sebelum tidur. Setahun ngeblog, semua tulisannya diambil penerbit.

Anak-anak saya masih SMP, mereka lebih suka Twitter-an dan Facebook.

 

Membagi waktunya?

Saya tularkan ilmu ngeblog di samping mengajarkan apa yang ada di kurikulum. Materi pengayaan adalah menulis. Misalnya mengajarkan microsoft word, kemudian ajarkan juga bagaimana anak-anak menciptakan konten dengannya. Lalu dengan begitu. Mereka biasa menulis tentang ekstrakurikuler yang diikuti yang bagus dimasukkan majalah sekolah.sehingga ada hadiah.

 

Tentang social media untuk anak-anak dan remaja?

Terus terang anak-anak kita lebih sering main game, twitteran , facebookan, kami sebagai guru mengingatkan agar anak jangan sampai terlalu asyik dengan semua itu. Karena jika berlebihan pasti ada efek sampingnya. Sehingga saya merancang sebuah kegiatan pembelajaran yang membuat kreativitasnya keluar. Terutama kreativitas menulis.

 

Kiat untuk guru yang ingin gunakan blog sebagai media pembelajaran?

Langsung dipraktikkan saja. Semua materi yang kita dapatkan dari seminar, workshop itu harus dipraktikkan. Karena keberhasilan seornag blogger itu dari praktik. Karena itulah mengapa banyak yang gagal karena masih banyak yang hanya mengandalkan teori. Profesi apapun kita , praktik itu harus. Misalnya dulu saya setahun sudah pernah belajar blog tapi tidak jalan, kenapa?? Karena saya tidak praktik. Dengan menulis sebagai praktik setiap hari dan kebutuhan dan akhirnya saya sangat bersemangat untuk menulis dan menikmatinya.  Dan hadiahnya buku-buku ini? (menunjuk buku-buku karyanya yang dipajang di depan booth Blogger Bekasi). Kita yang tadinya tukang instal doang, tukang servis komputer sekarang kita meningkat ke penulis, sebagai pembicara.

 

Manfaat blogging?

Mendapatkan Ketrampilan berbahasa sebagai penulis dan pembicara. Itu kan susah mas. Saya dulu pemalu dan sekarang saya merasa percaya diri melakukannya. Ngomong di depan orang banyak sudah terbiasa.

Saya sih tidak neko-neko, berbagi aja. Saya senang berbagi karena dulu saya aktivis jadi begitu saya bekerja saya juga tidak hanya ingin berbagi dengan para rekan guru di lab School di mana saya bekerja tetapi juga dengan teman guru di seluruh nusantara.

 

Kenapa ngeblog penting bagi guru?

Karena dengan begitu, semua guru terhubung. Yang jauh jadi terasa dekat. Berbagi tiu sangat indah karena bisa mendapatkan ilmu dari banyak sumber. Saya banyak belajar ilmu lain saat berblogging. Saya tidak hanya mengajar TIK, tapi juga bahasa, IPA, itninya saya lemnjadi kaya ilmu setelah menekuni blogging.  Dan saya mempelajari perbendaharaan kata yang cukup lumayan untuk dituliskan kembali. Karena Abu bin Abu Thalib mengatakan, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.

 

Tentang kemampuan menulis guru Indonesia?

Masih sangat lemah. Itulah mengapa saya di Ikatan Guru Indonesia mencanangkan Gerakan Melek Internet dan Gerakan Guru Menulis. Karena seorang guru tidak menulis bagaimana ia bisa menularkan ilmu kepada temannya? Kalau saya mengajar saja, berbicara, itu semua hilang tapi jika ditulis akan abadi.  Misalnya saya besok meninggal nih,  saya kan misalnya umur saya tidak lama, ni temen-temen saya ada  yang meninggal nih. Temen saya yang satu menulis, yang lain tidak. Temen saya yang menulis masih tetap abadi, tulisannya ,masih dapat royalti, buku-bukunya masih bermanfaat bagi orang banyak. Tapi teman meninggal yang tidak menulis, ya udah selesai, tidak ada yang bisa ditinggalkan. Jadi itulah mengapa kita harus menulis, supaya ada peninggalan buat anak cucu kita. Makanya saya selalu bilang pada teman-teman , menulislah sebelum mati. Saya terinspirasi dari Budiman Hakim bahwa selama kita hidup setiap tahun kita tulis satu buku.

 

Tentang proses penulisan buku, bisa diceritakan sedikit?

Misalnya ini (menunjuk bukunya) adalah postingan saya setiap hari di Kompasiana. Blogger itu bukan editor, blogger menulis lepas saja ada tim editor yang akan mengedit tulisan kita, makanya setelah menjadi buku bahasanya menjadi lebih renyah. Itu enaknya, jadi sebagai blogger kita tak perlu memikirkan tata bahasa. Yang penting concern-nya adalah isi, editor akan bantu memoles. Sehingga bahasa saya di blog berbeda dari di buku.

Enaknya jika menerbitkan buku dari penerbit yang sudah terkenal, kitapertama terangkat nama kita dan kedua kita dapat royalti. Selama ini kita banyak jumpai media indie. Tapi dengan menerbitkan lewat media itu, kita menjadi terpecah antara menulis buku dengan menjual buku. Kalau dalam kasus saya, saya konsentrasi menulis seementara bagian marketing ada yang lain. Untuk self publishing bagi yang punya uang bisalah, tapi untuk yang belum punya dana dan massa, sebaiknya kita ikuti penerbit saja. Dengan begitu kita bisa belajar bagaimana teknik layoutnya , teknik editingnya dan bagaimana memasarkan buku kita dan mereka sudah memiliki jaringan toko buku di Indonesia. Kalau menerbitkan sendiri, bagi pegawai seperti saya, itu susah. Kalau dalam kasus teman Budiman Hakim, ia pengusaha swasta sehingga bisa menjual sendiri, dan mencetak sendiri, hal itu susah dilakukan.

 

Ada alokasi waktu khusus untuk ngeblog?

Kalau saya sih mengalir saja. Prinsip saya kalau satu hari ini saya belum posting, berarti saya belum tenang. Begitu saja. Kalau sudah ada satu postingan ya tenang aja. Kalau ada waktu lebih, nambah lagi.

 

Tapi biasanya kapan waktu paling banyak mendapatkan ide?

Kalau saya nulis di Kompasiana sebelum tidur. Karena saat itu, pekerjaan sudah beres semua. Kalau di sekolah kan mepet waktunya, apalagi kalau ngajar full ya.  Paling jam-jam istirahat atau pas lagi ga ngajar bisa posting. Tapi kalau misalnya habis bangun tidur juga bisa pas libur.

 

Sehari bisa berapa tulisan yang dihasilkan?

Ya, minimal satu lah. Paling banyak empat. Kalau empat itu berarti pagi, siang sore, malem. Itu kalau lagi tidak banyak kerjaan.

 

Kalau akhir minggu lebih banyak menulis di mana?

Saya share semua. Karena saya di blogger bekasi ada, kompasiana ada, jadi blog mana yang belum diupdate saya update. Jadi setiap bulannya terisi, minimal 4 kali sebulan . jadi tetep hidup. Karena saya perhatikan pengunjung blog saya di wordpress juga masih banyak. Sehari bisa 1000 lebih gitu.

 

Kiat supaya tidak malas ngeblog?

Cuma stau caranya, lawan kemalasan diri sendiri. Yang membuat males kan diri kita sendiri. Tapi kalau kemalasan itu teratasi, insyaAllah bisa. Karena begini, kalau kita malas itu, oh iya kalau kita malas itu, kita ngga bisa jadi apa-apa ya. Orang sukses dan berhasil itu karena dia rajin. Komitmennya di situ, komitmen yang penting! Orang tidak mungkin langsung jadi juara, diperlukan proses. Kalau orang mau bisa nulis, dia harus nulis.

 

Tema apa yang sering ditulis Om Jay?

Saya banyak menulis tentang pendidikan saja. Tidak lari dari pendidikan. Kalau ini kan saya banyak menulis di bidang pendidikan karena inilah yang saya sukai dan kuasai dengan baik.

 

Banyak orang merasa tidak punya ide untuk ngeblog rutin. Tanggapan Om Jay?

Karena ia maunya gado-gado. Kita harus pilih satu genre. Kalau kita mau nulis tentang diri kita, ya tulis saja diri kita. Begitu juga kuliner, dsb. Tidak bisa kita meng-generalisasi semua. Pernah saya mencoba seperti itu tapi akhirnya saya kembali ke genre pendidikan. Saya tahu peminat bidang ini sedikit. Kalau saya menulis bidang ini, pembacanya tidak banyak. Tetapi ada yang membaca selalu dan tidak pernah sepi.

 

Om Jay pernah menulis sebuah tulisan yang dipandang menyinggung sebuah pihak atau semacamnya?

Ada, pernah blog saya diserang. Saya hadapi dengan bijak saja. Kan kita ngga nyari musuh. Saya  selalu menulis “Salam blogger persahabatan” di akhir tiap tulisan saya. Kalau memang sedang banyak kerjaan, saya posting tulisan yang ringan. Tak lupa saya cantumkan alamat blog pribadi saya wijayalabs.com. Saya menulis di Kompasiana itu bukan semata-mata menulis, tetapi juga marketing dan publikasi blog pribadi saya.

 

Bagaimana dengan murid-murid Om Jay sendiri? Banyakkah yang tertarik menjadi penulis?

Mereka bakat dan minatnya macam-macam. Jadi kita ngga bisa maksain mereka. Jadi apa yang perlu dijelaskan kepada mereka adalah bahwa menulis itu sesuatu yang indah, apapun profesi kita. Tulisan anak-anak pernah saya masukkan juga ke kompasiana. Saya juga pakai foto cover buku terbaru saya sebagai foto profil di kompasiana. Ini bagian dari promosi juga. Jadi bagi saya blogging itu tidak hanya berbagi tapi juga promosi.

 

Kalau om Jay sendiri lebih memilih mana, Facebook atau Twitter?

Kalau saya sendiri lebih suka Facebook , karena banyak menunya seperti notes, kalau Twitter terlalu cepat dan sering kali banyak yang berupa kalimat kosong tidak berisi. Kalau blog dan facebook, kita bisa dapat kata-kata motivasi. Di Twitter  lebih sulit.

 

Sering live-blogging juga om Jay?

Suka, kalau lagi pingin terutama saat koneksinya bagus. (ia membuka akun kompasiananya dan mengetik beberapa baris kata, tanpa peduli huruf besar atau kecil). Ini editnya belakangan! Tulis saja semua yang ada di kepala, tumpahin aja semuanya, baru nanti sebelum diposting dibaca ulang.

 

Om Jay lebih suka menggunakan gaya bahasa apa dalam ngeblog? Santai atau resmi?

Saya penganut paham kedua-duanya. Ada kalanya saat menulis yang alamiah, gaya bahasanya bebas. Tapi saat masuk ke ilmiah, gaya bahasa harus baku. Saya selalu membedakan antara yang alamiah dan ilmiah. Tetapi sesuatu yang ilmiah berawal dari yang alamiah.

 

p.s. : Wawancara ini dilakukan saat acara  On Off ID 3 Desember kemarin, sorenya Om Jay mendapat penghargaan Guraru dari Acer.  Selamat ya Om!

Interviewing A Startrek Addict at On OFF ID

Forgot taking Jane's picture, I ended up taking this guy's picture. Never mind, he's equally obsessed with Startrek.

Jane Fretchen (which I’m not sure that’s her last name. I swear I couldn’t hear her last name correctly, it was a chaos)  is a Startrek fan from the Land Down Under, for 46 years she’s been a fan of this TV serials. She admitted she started to be Startrek ‘whore’ since she was 8 years old. So without further delay, here’s my interview with this 54-year-young Australian woman having enthusiasm of a 24-year-old young lady. Being interviewed in her black-red Startrek crew outfit, she told me the story of her obsession of Startrek.

 

Me: Hi, may I interrupt? (I held my cell phone forward, right near her mouth)

Jane: He will take your picture for you. (Pointing to her fellow Startrek maniac, she thought I’d love to take a picture with her in it)

Me: No, I mean I’m going to record this.

Jane: Oh, you’re gonna record it? I misunderstood!

Me: What’s your name?

Jane: Jane..

Me: Where are you from?

Jane: Australia, from Sidney.

Me: Why are you soo interested in Startrek?

Jane: Ok, I’ve been a Startrek fan for longer than you’ve been alive!! (chuckling). I was 8 years old. So 46 years I have been a fan.

Me: It’s  a long time!

Jane: It’s a long time! And every year it gets more interesting because there’re new things happening.

Me: I haven’t known very much about Startrek. Can you tell me why Startrek is so ‘sexy’ to you? (I have to admit, ‘sexy’ is a wrong choice of word. Ugh!)

Jane: I love it because it has adventure. But it also tells a moral, it has a story. So it teaches, it tries to teach you about truth, honesty to do the right thing and I think that they have very good value.

Me: Do you have kids? And do they like Startrek?

Jane: They like Startrek but they’re not Trekkie (?) fans like their mother. So they have to put up with their mother.

Me: How about your husband?

Jane: My husband likes Startrek, not as much as me. He does like…he has a uniform, and he goes to convention with me.

Me: Oh, so there are conventions for Startrek fans?

Jane: All over the world! In Las Vegas, we meet every year in August with 15 or 20,00 0 people from all over the world. So you’re here to…?

Jane: I live in Jakarta. And I met with Irianto and the group (I have no idea this guy is, but my hunch is he and his group are other Startrek fans. And they have allowed me to join their group and I love them. I love the group.

Me: How many countries have you visited for this Startrek thing..?

Jane: I live in Indonesia. And I’ve only gone to convention in America. But there are conventions in Europe and in Britain and in South America and in Japan.

Me: And what do they usually do at conventions?

Jane: People like to get dressed up, as I wear…I wear a uniform. People like to get **** (excuse my failure to listen accurately) and Startrek collect such as book, model, and we like being together and watch a **** together and listen to the music and exchange apps on the iPhone. So there’s a big community.

Me: So what character do you like most?

Jane: (with glaring eyes) I think Captain Kirk is my number one. But I like Piccard as well. Very difficult. Very difficult between the two. And Captain Jane Way (Correct me if I’m wrong, I’m no Startrek fan). So I love three! Yes, yess…

Me: Which one do you hate most?

Jane: I don’t hate any of them. I like all of them.

Me: You’re here to present or introduce Startrek to bloggers or what?

Jane: Yes, to bloggers, to anybody who wants to have a look at what Startrek is about. I have some pieces of my Startrek collection. And some of the guys have brought their pieces. So we hope that we can share and make some new fans , maybe  some new members.

Me: How many members..?

Jane: (asking her Indonesian fellow Startrek maniac) Jerry, how many members are there now?

Jerry: Around 800.

Me: 800? In Indonesia alone? 800. And what do they usually do when they meet each other?

Jane: We might have a quiz so we have a bit of fun and we might watch several episodes together and meal and drink because Indonesian love to eat. And we take a lot of photos with each other.

Me: Is there any regular meetup for Startrek fans in Indonesia?

Jane: We try to get together every two months. We might be having a meet before Christmas, it’s not in the new year we can get together.

 

 

 

 

Cheers from "On Off ID 2011": Internet is People!!!

On Off ID 2011: This should be called “Pesta Blogger 2011”.

Another blogging event is happening. And as usual, lots of people are gathering at Epicentrum Walk, Rasuna Epicentrum, Kuningan, South Jakarta today.

To begin with, this event should’ve been publicized better. For your information, I hadn’t learned this until a week ago on Twitter. Really, for an event this big, On Off ID is a bit disapoointing in terms of publicity. It deserves more, a lot more.
This year’s event is different in terms of many aspects. I’ve noticed a decrease in visitors and participants number.  And this is significant, I should say. I saw Enda Nasution, the so-called Indonesian blogger ‘father’ with his SalingSilang.com.
But what is better is the appearance of ASEAN bloggers’ representatives. They’re sharing their ideas on stage as I’m writing this post. One of them said, “Internet is people!” and in a nanosecond later the audience applauded.  Oh, and they’ll be sharing at At America, Pacific Place, tomorrow morning. Sadly, I have to be doing some yoga stretches at Hotel Borobudur tomorrow.

Do Writers Have to Suffer from Severe Crises or Flaws to Excel?

Shifting the mindset: Translating and curating ideas into creating ones.

They say I’m quite good at words but I don’t even know why I find it hard to generate some perfectly arranged work that is worth reading instead of worth throwing away.

I ramble, that might the problem. I’m rambling. It’s hard to focus. But my writer friends always ramble and they write books. So what’s my problem? May it be my lack of imagination or fantasy? I can’t say that either. Or perhaps I haven’t tried it harder? Must I push myself further?

I once heard that by deliberately positioning ourselves in the middle of a crisis, we human races are inclined to excel than those living under less challenging circumstances?

And I think that’s the sign of the requirement of more dramatic things and changes in my life. The last thing I need to do on and on every day is sitting in this room typing and translating without breaks. It’s fun and easy but I need more challenges. Because challenges bring out the inspiration!

Speaking of flaws, it reminds me of Alexander Pope. He, who is considered one of the greatest poets in England, was living a miserable ilness-ridden life. I read he had a terrible helath condition in terms of respiratory  system and hunchback. Along with the anti-Catholic sentiment, it did ruin his confidence, pushing him to lead a more solitary life, as quoted from Wikipedia:

From the age of 12, he suffered numerous health problems, such as Pott’s disease (a form of tuberculosis that affects the bone), which deformed his body and stunted his growth, leaving him with a severe hunchback. His tuberculosis infection caused other health problems including respiratory difficulties, high fevers, inflamed eyes, and abdominal pain.[2] He grew to a height of only 1.37 m (4 ft 6 in) tall. Pope was already removed from society because he was Catholic; his poor health only alienated him further. Although he never married, he had many female friends to whom he wrote witty letters. Allegedly, his lifelong friend, Martha Blount, was his lover.[3][5][6][7]

 

I also discovered another poet’s biography, I forgot who the name is, but the message is just the same. He was crippled, physcially unfit, not to mention athletic and robust. But linguistically speaking, he was a marvel. Do you think it’s just a divine coincidence or a message from God that one needs to suffer from horrible hardships (like Iwan Setyawan’s story perhaps)?

More Recognition Coming!

How do you feel when your mundane,daily routine is cherished by complete strangers? They had no idea about your existence until it dawned on them that you are there, doing things “behind the screen” and creating value. Suddenly you know you matter,you may be that plankton in the bottom of the ecosystem food chain, yet without you,things can go wrong. Your absence may lead to imbalance,disorder,chaos. Or at the very least, you are there for a purpose.

The secretary texted me,stating my ‘wordicraft’ is great. I blushed, I am high. Another almost total stranger tweeted in disbelief. That disbelief he displayed is sort of another form of admiration. I nearly hopped for joy on reading it. And the last is as recent as this afternoon,coming from a president director. He did not realize my role until the pundit introduced him what I was exactly doing. And the wrap is that pundit’s compliment, “Write well!” Aye, sir!

LG Optimus Pro C660: BlackBerry's Typing Comfort + Android's Versatility

LG Optimus Pro C660<br />
MORE PICTURES
GENERAL 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network HSDPA 900 / 2100
Announced 2011, July
Status Available. Released 2011, September
SIZE Dimensions 119.5 x 59.7 x 12.9 mm
Weight 129g
DISPLAY Type TFT capacitive touchscreen, 256K colors
Size 240 x 320 pixels, 2.8 inches (~143 ppi pixel density)
– QWERTY keyboard
– Accelerometer sensor for UI auto-rotate
SOUND Alert types Vibration, MP3, WAV ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack Yes
MEMORY Phonebook Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records Practically unlimited
Internal 150 MB storage, 256 MB RAM
Card slot microSD, up to 32GB, 2GB included, buy memory
DATA GPRS Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 – 48 kbps
EDGE Class 12
3G HSDPA, 3.6Mbps
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot
Bluetooth Yes, v3.0
Infrared port No
USB Yes, microUSB v2.0
CAMERA Primary 3.15 MP, 2048×1536 pixels
Features Geo-tagging
Video Yes, VGA@24fps
Secondary No
FEATURES OS Android OS, v2.3.3 (Gingerbread)
CPU 800 MHz processor, Qualcomm MSM7227T chipset
Messaging SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
Browser HTML
Radio Yes
Games Yes + downloadable
Colors Black
GPS Yes, with A-GPS support
Java Yes, via Java MIDP emulator
– SNS integration
– Digital compass
– Google Search, Maps, Gmail
– YouTube, Google Talk
– MP4/H.264/H.263 player
– MP3/WAV/eAAC+ player
– Document viewer
– Organizer
– Voice memo
– Predictive text input
BATTERY Standard battery, Li-Ion 1500 mAh

Food Combining in The Holy Quran

Fruits of Shinseiki pear on tree
The rule of the thumb is EAT FRUITS BEFORE ANYTHING. (Image via Wikipedia)

What you are about to read below is a piece of text I translated from a friend of mine. This is relevant if you’re a moslem but still think that food combining is not so convincing and groundless to apply to your daily eating pattern.

So it looks like The Holy Quran implies a food combining principle in the two verses below.

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

” And with fruits, any that they may select, and the flesh of fowls, any that they may desire.” (Al Waqiah: 20-21)

In the verses above, Allah SWT explains about the food of th paradise inhabitants. What is interesting here? As anyone can read, the word ‘fruits’ is mentioned first and ‘flesh’  latter. Why so?

This seems to be the most plausible answer. While most people in the Western hemisphere eat fruits before any other foods and have fruits as their breakfast, we Indonesians are not familiar to this eating habit. The prevalent myth in Indonesia is that fruits are supposed to be consumed after eating heavier meals or eaten later close to noon or afternoon. Then we must analyze why Allah SWT mentions fruits before meat? Does it have anything to do with the Western people eating habit. The question remains unanswered.

Fruits are digested in the stomach faster than any other types of foods. It generally takes 15-20 minutes for the system to fully digest fruits (with bananas as an exception, taking around 45 minutes). The glucose in fruits instantly provides us energy needed to work in the morning. It generally takes 2 hours for carbohydrates (rice, corn, noodles, bread) to be processed provided that they’re eaten alone (without any other foods). As for animal protein (chicken, four-legged animal meat, fish, egg) provided that they’re eaten alone is usually digested by the stomach within around 3-4 hours. Typical Indonesian way of eating – which involves eating animal protein and carbohydrate at the same time –  burdens the stomach because IT TAKES MORE THAN 6 HOURS TO COMPLETELY DIGEST THIS CARBO-PROTEIN COMBO. So you can imagine: before your stomach can’t get enough rest, you eat more, and on and on…BAM!

We also need to pay attention to the CIRCADIAN CYLE of  body. In a nutshell, the body is cleaning itself from the metabolism residue. It’s the “leftover” in large intestine that ought to be propelled out as soon as possible unless it’ll turn toxic anytime soon. For your information, this cleaning phase happens every day from around 4 am to 10 am, which is why the body doesn’t produce digestive enzymes (because it’s too busy cleaning itself!).  It’s a safe bet to ONLY eat fruits in the morning. To digest fruits, it doesn’t require digestive enzymes because enzyme contained in our saliva can do just that! This is also why we’d better chew fruits perfectly before swallowing it so as to expose it to the enzyme in saliva.

 

All the explanation is in accordance with Allah’s holy verses in The Qur’an :

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“ And if all the trees on earth were pens and the ocean (were ink), with seven oceans behind it to add to its (supply), yet would not the Words of Allah be exhausted (in the writing); for Allah is Exalted in Power, Full of Wisdom.” ( Luqman : 27 )

Give Yourself a Break!!!

image

I ran into the reality-based cartoon publicized on Facebook this morning. And I can totally relate myself to that! Who cannot anyway?? Except you are one of the technically challenged baby boomers.
I do yoga,and I am about to do it now,while we are at it,let me tell you it always makes me a bit concerned every time I see a young girl with glasses,lying on a yoga mat beside her mom who is busily practicing, plays that game device (PSP,or Nintendo?) the gadget she loves while the world around her is spinning! People run,jog,meditate,play badminton,take a stroll,but her eyes are glued to it. That is tragic as far as I am concerned.
So take a time out of the virtual and experience the real more!