Parpol di Pemilu 2019: Memang Masih Bisa Dipercaya?

M.U.A.K.

Cuma itu satu kata dari saya setelah selama ini mengikuti bagaimana perkembangan politik Indonesia beserta tingkah polah petinggi-petinggi parpol, DPR, dan segerombol politisi yang sudah menjabat sebagai kepala daerah dan tertangkap tangan KPK.

Jarang saya mau berbicara soal politik apalagi mengomentari polah ‘badut-badut’ di dalamnya. Karena tidak akan ada habisnya dan saya memiliki pekerjaan yang lebih penting daripada duduk membaca berita politik lalu berkomentar sinis soal perilaku politisi X atau munafiknya pejabat Y.

Di satu sisi saya juga sadar bahwa saya harus ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum nanti. Bahwa saya memiliki kekuatan – meski demikian kecilnya – untuk membantu bangsa ini mencapai perubahan.

Hanya saja di sisi lain saya tahu benar bahwa saya tidak boleh membuat kesalahan yang sama. Apakah itu? Memilih parpol yang sama di masa lalu dan sudah terbukti tidak mampu menunjukkan kinerja tetapi malah haus kekuasaan, korup, busuk, dan mengkhianati rakyat yang sudah memilih.

INTINYA: Saya tidak bisa dan jangan sampai menjadi golput!

“Baiklah, kalau kesadaran itu sudah ada lalu bagaimana selanjutnya?” Tanya sebuah suara dalam tempurung kepala.

CORET DAN BLACKLIST PARPOL-PARPOL YANG SUDAH KAMU KENAL SELAMA INI.

Saya sangat amat percaya bahwa kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan menggunakan pola pemikiran dan orang-orang yang sama dalam membuat masalah.

Dengan kata lain, parpol-parpol dari rezim-rezim sebelumnya itu sudah memfosil dan tidak layak pilih. Sukar mengharapkan mereka membantu bangsa dan negara ini keluar dari masalah karena: MEREKA JUGA BAGIAN DARI MASALAH!

Selanjutnya, setelah menyingkirkan parpol-parpol yang sudah memiliki rekam jejak kotor di masa lalu, kita beralih pada tahap seleksi selanjutnya yakni: apakah parpol-parpol baru yang tersisa ini digawangi atau diperkuat oleh sekelompok barisan pecundang politik yang sakit hati karena kekalahan masa lampau dan mencoba peruntungan sekali lagi untuk berebut tampuk kekuasaan?

Karena itu, marilah duduk sejenak menyeleksi parpol-parpol yang akan bertanding tahun 2019 nanti.

Berikut sedikit data untuk menentukan pilihan yang saya temukan di sampul Koran Tempo tanggal 19 Februari 2018.

  1. Partai Kebangkitan Bangsa

Berdiri: 23 Juli 1998

Ketum: Muhaimin Iskandar

2. Partai Gerakan Indonesia Raya

Berdiri: 6 Februari 2008

Ketum: Prabowo Subianto

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Berdiri: 1 Februari 1999

Ketum: Megawati Soekarnoputri

4. Partai Golongan Karya

Berdiri: 20 Oktober 1964

Ketum: Airlangga Hartato

5. Partai Nasional Demokrat

Berdiri: 26 Juli 2011

Ketum: Surya Paloh

6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia

Berdiri: 16 April 2015

Pendiri dan ketum: Ahmad Ridha Sabana

7. Partai Berkarya

Berdiri: 15 Juli 2016

Ketum: Neneng Tutty

Pendiri: Tommy Soeharto

8. Partai Keadilan Sejahtera

Berdiri: 20 April 2002

Presiden: Mohamad Sohibul Iman

9. Partai Persatuan Indonesia

Berdiri: 7 Februari 2015

Pendiri dan ketum: Hary Tanoesoedibjo

10. Partai Persatuan Pembangunan

Berdiri: 5 Januari 1973

Ketum: Muhammad Romahurmuziy

11. Partai Solidaritas Indonesia

Berdiri: 16 November 2014

Pendiri dan ketum: Grace Natalie

12. Partai Amanat Nasional

Berdiri: 23 Agustus 1998

Ketum: Zulkifli Hasan

13. Partai Hati Nurani Rakyat

Berdiri: 14 November 2006

Ketum: Oesman Sapta Odang

14. Partai Demokrat

Berdiri: 9 September 2001

Pendiri dan ketum: Susilo Bambang Yudhoyono

Yang mana pilihan Anda? Kalau saya sih RAHASIA. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *