Berlatih Menulis Gaya Lama

Ada pernyataan bahwa novelis/ penulis fiksi perempuan memiliki ketrampilan menulis novel laris yang lebih baik. Saya pikir ada benarnya juga. Perempuan memiliki kepiawaian alami untuk berbagi cerita. Dan cerita-cerita mereka terasa lebih emosional dan dalam serta blak-blakan daripada cerita-cerita yang dipertukarkan di antara kaum Adam. Mungkin karena dengan bercerita secara panjang lebar juga memerlukan keberanian untuk membuka diri, yang artinya juga bisa memberikan celah bagi pembaca untuk mengetahui kelemahan diri si penutur/ penulis yang bersangkutan.  Membuka diri dan memajang kelemahan sangat bertentangan dengan konsep maskulinitas mapan yang masih bertahan sampai sekarang. Pria secara umum ingin dianggap lebih kuat, berkuasa dan memiliki otoritas. Membuka kelemahan dalam bentuk apapun akan bisa merongrong semua itu. Sebuah overgeneralisasi tetapi setidaknya itu yang saya rasakan. Dalam banyak jurusan sastra, misalnya, jauh lebih banyak jumlah mahasiswa perempuan daripada laki-laki. Itulah yang saya alami.

Salah satu contoh penulis perempuan yang sukses dengan novelnya ialah Gillian Flynn, yang dikenal luas sebagai penulis novel thrillerGone Girl“. Dalam sebuah wawancara, penulis yang pernah dipecat dari sebuah majalah setelah bekerja selama sepuluh tahun di dalamnya itu mengatakan bahwa dalam proses penulis Gone Girl, ia memakai metode latihan menulis gaya lama (old school).

Seperti apa latihan menulis fiksi gaya lama yang ia lakukan?

Eksperimen Sudut Pandang

Ia menulis adegan-adegan dari sudut pandang karakter lainnya. Tetapi bagian-bagian ini ia katakan tidak dimuat dalam buku. Meski tidak dimasukkan dalam novelnya, toh Flynn tetap mengerjakannya demi memperkuat penokohan, deskripsi dan segala elemen dalam ceritanya agar lebih meyakinkan, seolah memang rangkaian fakta yang tidak terbantahkan.

Misalnya, untuk memperkuat penokohan karakter utama Amy Eliott, Flynn sengaja menulis dari sudut pandang teman SMA Amy. Untuk tokoh Nick Dunn, Flynn membuat penjelasan tersendiri soal penuturan dari sudut pandang guru TK Nick dalam sebuah perkumpulan orang tua murid.

Flynn menegaskan bahwa dirinya “suka mengamati seseorang dari berbagai sudut pandang (angle)”.

Detail Pribadi

Flynn kemudian mengatakan bahwa dirinya juga menulis soal hal-hal kecil dan remeh-temeh soal karakter-karakter utamanya. Sesepele apa yang ia tulis? Ia membayangkan menelusuri daftar putar (playlist) iPod karakternya untuk mengetahui lagu-lagu kesukaaan mereka dan daftar tunggu Netflix untuk membayangkan jenis tontonan yang mereka gemari.

Flynn tidak ragu untuk menghabiskan banyak energi dalam menulis bagian-bagian ini karena ia meyakini ada gunanya.