Pilah Pilih Jenis Aliran Yoga

Yoga instan, penuh MSG, bahan pengawet, dan pewarna artfisial. (Sumber foto: Wikimedia Commons)
Banyak jenis yoga di luar sana. Pilih yang tepat untuk Anda. (Sumber foto: Wikimedia Commons)

Banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah. Begitu juga dalam melakukan yoga. Kita bisa memilih jenis-jenis aliran yoga yang sesuai dengan preferensi pribadi kita. Ada yang menganggap kata “aliran” sebagai tanda perpecahan, seperti apa yang dipikirkan oleh seorang tokoh dari Vini Yoga yang beberapa waktu lalu menyayangkan penggolongan semacam itu. Tidak perlu dibeda-bedakan karena asalnya sama. Label-label itu, menurut hemat saya, tidak perlu dipermasalahkan. Hanya saja memang harus disikapi secara dewasa dan kelapangan cara pandang dari para manusia pelakunya. Label hendaknya hanya dianggap sebagai pertanda adanya keragaman pendekatan dan metode dalam mencapai tujuan yang diinginkan masing-masing. Karena harus diakui, setiap orang memiliki tujuan masing-masing dalam melakukan yoga.

Sejatinya, ada begitu banyak aliran yoga di dunia. Dan merangkumnya tanpa meninggalkan poin-poin pentingnya hanya menjadi satu tulisan sungguh tidak mungkin. Namun demikian, saya akan mencoba memberikan sekilas mengenai tiap aliran sebagai perkenalan semata. Jika tertarik, Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut pada sumber-sumber lainnya. Patut diketahui, urutan pemaparan aliran-aliran ini bukan secara kronologis (urutan kemunculan atau pendirian) tetapi alfabetis atau sesuai urutan abjad saja.

ACROYOGA (acroyoga.com). Suka dengan gaya-gaya yoga akrobatik berpasangan? AcroYoga mungkin lebih cocok dengan selera Anda. Dalam sebuah kelas AcroYoga, murid diajak untuk mempraktikkan kebersamaan nan dinamis. Ajaran yoga yang penuh kebijaksanaan, kekuatan dinamis dari ilmu akrobat, dan kasih sayang yang lembut dari seni penyembuhan thai massage teramu dengan apik di sini. Ketiganya menjadi pondasi utama AcroYoga yang mengutamakan konsep kepercayaan pada rekan kita, beryoga yang menyenangkan dan penuh semangat bagaikan anak-anak tengah bermain dan bereksperimen serta kebersamaan dalam sebuah komunitas. Ada 3 unsur dalam kelas AcroYoga: solar acrobatic practices (kepercayaan, pemberdayaan dan kebahagiaan), lunar healing arts practices (kemampuan mendengar, mencintai dan mengikhlaskan) dan yogic practices (kesadaran bernapas, keseimbangan hidup dan keterhubungan dengan makhluk lain). Jenny Sauer-Klein dan Jason Nemer mendirikan AcroYoga di tahun 2003. Kini AcroYoga mendunia dan makin banyak dipraktikkan orang-orang dari berbagai kalangan, kemampuan fisik dan usia.

ANUSARA YOGA (anusara.com). Aliran ini mengedepankan pendekatan yang menyenangkan terhadap praktik yoga yang mengutamakan kesejajaran posisi anatomis alias alignment. Di dalam kelas Anusara Yoga, Anda akan menemukan guru yang bercerita, mengkidungkan mantra (mungkin Anda yang peka dengan mantra akan berpikir lagi) dan nilai-nilai positif kehidupan yang dicukilkan dari filsafat Tantra. Tantra sendiri ialah teks kuno mistik Budhis atau Hindu yang bermuasal dari abad ketujuh Masehi. Setiap kelas memiliki sebuah tema khusus yang dipakai sebagai metafora atau perbandingan sebagai cermin bagi diri saat murid melakukan sebuah pose. Katakanlah tema “membuka hati” (opening heart) menjadi tujuan latihan yang penting dan kerap dikaitkan dengan rangkaian atau sekuen gerakan yoga berjenis melengkung ke belakang atau backbending. Dalam kelas Anusara, biasanya siswa menerapkan Prinsip Universal Kesejajaran (Universal Principles of Alignment) yaitu teknik-teknik yang umumnya selaras dengan ajaran B. K. S. Iyengar, sang pendiri aliran Iyengar Yoga. Yang menjadi titik tekan utama ialah pemahaman tindakan fisik dan saluran-saluran energi yang Anda coba hubungkan dalam setiap pose. Anusara Yoga didirikan oleh John Friend di tahun 1997 setelah ia banyak belajar dari Iyengar. Pengalamannya mencakup masa belajar dengan guru keturunan Siddha Yoga dan Gurumayi Chidvilasananda. Dari sana, tercipta prinsip pertama aliran Anusara: Terbuka pada Karunia (Open to Grace), yang menunjukkan bahwa setiap pose berasal dari perasaan penuh dedikasi, bakti, dan pengabdian sekaligus penuh gairah kreativitas sebelum akhirnya menjelma dalam kondisi fisik yang nyata.

ASHTANGA YOGA (kpjayi.org/ ashtanga.com). Aliran ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak kelas yoga jenis vinyasa (satu gerak, satu napas). Ashtanga Yoga merupakan suatu praktik yoga yang bersifat atletik dan menguras tenaga. Cocok bagi Anda yang menyukai yoga yang enerjik dan membakar kalori.  Secara tradisional, Ashtanga diajarkan dalam gaya Mysore, yaitu para siswa belajar serangkaian pose dan berlatih dengan kecepatan masing-masing sementara satu guru berkeliling kelas memberikan koreksi (adjustment) pada pose murid dan memberikan saran yang sesuai kondisi masing-masing murid. Praktik Ashtanga biasanya dibiarkan berjalan begitu saja karena tak diinterupsi oleh penjelasan guru. Murid dibiarkan merasakan apapun dan mengamati apapun yang timbul sepanjang mereka berlatih. Mereka dipersilakan untuk mengamati tanpa harus menerima atau menolak. Dengan latihan yang kontinu, prinsip mengamati tanpa penerimaan atau penolakan itu diharapkan akan masuk dalam relung hati pelaku Ashtanga Yoga dan dalam setiap langkah menjalani kehidupan ini. Inilah yang menjadi inti dari pesan pendirinya K. Pattabhi Jois (1915-2009). Sistem ini kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Di tanah air, para pelaku Ashtanga Yoga terbilang signifikan. Anda bisa menemukan Martin Elianto di Bogor dan Edo Krisnanda dan belajar Ashtanga dari mereka. Cucu Jois, Sharath Jois, kini meneruskan ajaran sang kakek dengan mengelola dan memimpin Institut Yoga Shri K. Pattabhi Jois di Mysore, India.

BAPTISTE POWER YOGA (baronbaptiste.com). Aliran satu ini sangat menantang Anda secara fisik karena menyuguhkan latihan yang mengalir tanpa jeda sehingga bersifat kardio. Saat jantung Anda dipacu mengikuti irama kelas, anda juga didorong untuk menemukan kekuatan otentik dalam diri. Setiap kelas Baptiste Power Yoga biasanya berlangsung selama 90 menit, di dalam sebuah ruangan yang dihangatkan dan didesain untuk menguatkan tubuh. Tujuan Baptiste Power Yoga ialah menciptakan kebebasan, kedamaian pikiran, dan kemampuan hidup dengan lebih berdaya, jujur dan tulus. Praktik yang menuntut stamin fisik menjadi landasan dalam menghadapi tantangan fisik dan emosional yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Aliran ini didirikan oleh Baron Baptiste, anak pionir yoga Walt dan Magana Baptiste (yang mendirikan pusat yoga pertama di San Fransisco di tahun 1955). Baron memulai latihan yoganya sjak kecil dan belajar dengan banyak guru yoga asli India. Baptiste Power Yoga Institute berpusat di Cambrdige, Massachussets. Ada lebih dari 40 studio yang berafiliasi dengan Baptiste Power Yoga di tahun 2010.

BIKRAM YOGA (bikramyoga.com). Ruangan-ruangan yang digunakan dalam melakukan bikram yoga harus dihangatkan menjadi  lebih dari 40 derajat Celcius dan kelas berlangsung selama 45 menit. Anda akan diajarkan cara berpose berdiri selama 45 menit itu. Kemudian 45 menit berikutnya Anda akan belajar bagaimana melakukan pose-pose di lantai. Anda melakukan dua seri latihan napas dan 26 pose yoga dalam sekali kelas. Praktik bikram ini didesain untuk melatih tubuh dan memfokuskan pikiran. Tujuan utamanya ialah menciptakan pikiran dan tubuh yang bugar sehingga memungkinkan diri dalam aspek fisik menyatu dengan diri dalam aspek spiritual. Bikram Choudhury yang mendirikannya lahir di kota Kalkutta, India. Ia kenalkan sistem bikram yoga rancangannya ini di Amerika Serikat pada tahun 1971. Guru utamanya ialah Bishnu Ghosh (1903-1970). Bikram Yoga College of India di Los Angeles ditetapkan sebagai pusatnya. Kini ada lebih dari 5.000 guru bikram bersertifikat di AS saja.

FORREST YOGA (forrestyoga.com). Jenis yoga ini bersifat kuat dan panas. Dirancang untuk membantu Anda melepaskan ketegangan dan rasa sakit fisik dan emosional, Forrest Yoga juga dilakukan dengan tujuan untuk merayakan kekuatan tubuh kita ini. Gagasan utama yang diyakini dalam Forrest Yoga ialah latihan yoga sebagai upaya membersihkan emosi-emosi yang terkubur dalam benak kita akan memberikan ruang baru bagi jiwa yang kelelahan dan merasa sesak. Anda yang enerjik akan suka Forrest Yoga karena di dalam kelasnya akan disajikan sejumlah sekuen gerakan yang menantang secara fisik namun juga membutuhkan eksplorasi emosional yang mendalam. Aliran satu ini digagas oleh Ana Forrest. Ia mulai mengajar Forrest Yoga di tahun 1982. Sebelumnya ia sudah melanglangbuana dan belajar yoga dari berbagai sekolah dan aliran yang ada, termasuk ritual penyembuhan dan seremoni asli India. Namun, ia juga menyebutkan ilham yang tak kalah besarnya ialah rasa sakit dan penderitaan yang ia rasakan, murid-murid yoganya, elemen-elemen dalam dirinya dan “sang misteri agung”.

INTEGRAL YOGA (iyiny.org, yogaville.org, iyta.org). Integral yoga merupakan latihan yoga yang lembut dan berdasarkan pada mantra, postur, relaksasi yang mendalam, praktik pranayama atau pernapasan, dan meditasi. Integral yoga berfokus pada pemulihan diri pada kondisi alami yang mencakup kesehatan dan kekuatan, pikiran yang jernih dan tenang, hati yang penuh kasih, tekad yang kuat namun juga lentur, dan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan yang hakiki. Didirikan oleh Swami Satchidananda (1914-2002) yang dikenal sebagai murid guru terkenal Swami Sivananda, aliran ini diajarkan di Satchidananda Ashram (Yogaville) di Virginia dan Integral Yoga Institute di Manhattan dan sejumlah studio dan pusat yoga yang lebih kecil di AS.

ISHTA YOGA (ishtayoga.com). Kelas Ishta Yoga mencakup sekuen-sekuen vinyasa berbasis kesejajaran, dengan meditasi, pranayama (latihan napas), dan kriya (teknik-teknik pembersihan diri), untuk menciptakan efek-efek energi spesifik. ISHTA memiliki kepanjangan Integrated Science of Hatha, Tantra and Ayurveda. Tujuannya ialah untuk menyeimbangkan organisme manusia untuk menciptakan platform yang stabil dan kuat bagi perkembangan jiwa dan spiritual. Alan Finger mendirikannya bersama sang ayah Kavi Yogiraj Mani Finger (seorang siswa Paramahansa Yogananda dan Swami Venkatesananda) di Afrika Selatan pada dekade 1960-an. Ishta Yoga School di Manhattan dibuka tahun 2008.

IYENGAR YOGA (bksiyengar.com, iynaus.org). Kerap kali Anda hanya akan melakukan beberapa kali pose dalam sebuah kelas Iyengar dengan tujuan memelajari tindakan-tindakan yang diperlukan dalam menguasai kesejajaran (alignment) yang disyaratkan. Pose-pose bisa dimodifikasi dengan alat bantu (props) sehingga latihan akan lebih nyaman dan aman. Bagi pemula, tujuan utamanya ialah memahami kesejajaran dan struktur dasar pose fisik dan mendapatkan kesadaran fisik yang lebih baik, kekuatan dan kelenturan. B. K. S. Iyengar (siswa T. Krisnamacharya) mendirikan aliran ini. Anaknya Gita dan Prashant mengajar di Pune, India dan di seluruh dunia. Di Indonesia, praktisi Iyengar Yoga cukup banyak dan Anda bisa menemukannya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

JIVAMUKTI YOGA (jivamuktiyoga.com). Suka dengan kelas yoga yang menguras energi fisik dan merangsang intelektual serta berfokus pada pengembangan spiritual? Kelas Jivamukti Yoga akan memberikannya untuk Anda. Siswa akan diberikan kesempatan menikmati rangkaian asana yang mengalir mulus disertai dengan mantra dalam bahasa Sansekerta, referensi dari teks-teks kuno yang memperkaya batin, musik yang sesuai selera (tidak hanya yang bernuansa etnis dan new age), latihan pranayama ala yoga dan meditasi. Salah satu dari prinsip Jivamukti Yoga ialah ahimsa yang artinya tidak memakai kekerasan. Tidak heran jika dalam kelasnya, Anda akan menemukan tema antikekerasan terhadap hewan, aktivisme positif dan veganisme. Jivamukti bermakna pembebasan sepanjang kehidupan. Sharon Gannon dan David Life mendirikan Jivamukti Yoga di tahun 1984. Pemilihan nama Jivamukti bukannya tanpa alasan. Jivamukti menyiratkan pencerahan dalam kehidupan.

KAPHA YOGA (koko-yoga.com). Didirikan oleh Koko Yoga di tahun 2013, sekolah yoga ini telah menarik perhatian pelaku yoga di Indonesia dan India. Pengetahuannya mengenai yoga didapatkan dari berbagai pelatihan yang diadakan para guru yoga dunia seperti John Friend Anusara Yoga, Ana Forrest Yoga, Iyengar, Absolute Samui.

Koko akan mengajarkan Teaching Methodology, Tehnik dan Alignment.Koko baru saja mengembangkan suatu sistim alignment baru yang sangat canggih yang diberi nama KAPHA, juga tehnik teaching yang ia beri nama Smart Teaching Methodology.

KRIPALU YOGA (Kripaluyoga.org). Melalui teknik-teknik asana, pranayama, meditasi dan relaksasi, Anda akan belajar mengamati sensasi-sensasi dalam tubuh dan pikiran. Dari situ, Anda akan menemukan bagaimana sebuah pose fisik — atau bahkan sebuah keputusan simpel dalam menjalani hidup — berguna bagi Anda. Kelas Kripalu Yoga dapat disesuaikan. Ada yang menuntut stamina fisik. Ada juga yang amat lembut, misalnya dengan memakai alat bantu kursi. Tujuan utama Kripalu Yoga ialah membangkitkan aliran prana atau kekuatan alami hidup yang akan memungkinkan Anda berkembang dalam segala aspek kehidupan. Swami Kripalu (1913-1981) yang mendirikan Kripalu Yoga ialah master Kundalini Yoga yang mengajarkan bahwa semua tradisi kebajikan di dunia ini berakar dari satu kebenaran universal yang kita semua bisa alami secara pribadi dan langsung. Pusat Kripalu Yoga berada di Kripalu Center for Yoga and Health di kota Stockbridge, Massachussets.

KUNDALINI YOGA (kundaliniyoga.com, kriteachings.org). Sebuah kelas Kundalini Yoga berdurasi 90 menit biasanya dimulai dengan pengucapan mantra dan berakhir dengan nyanyian. Di dalam bagian intinya, Anda akan disuguhi dengan asana-asana, pranayama dan meditasi yang didesain menciptakan hasil khusus. Anda akan menemukan latihan napas yang menantang, termasuk teknik pernapasan yang cepat seperti Pernapasan Api, meditasi mini, mantra, mudra (isyarat jari jemari), dan postur-postur yang akan diulang beberapa menit dan akan mendorong Anda hingga ke batas maksimal kemampuan. Kundalini Yoga kadang disebut Yoga of Awareness. Tujuan utamanya ialah membangkitkan energi kundalini, suatu kekuatan psikoenergis yang menggiring pada elevasi spiritual dan memicu proses transformasi. Kundalini Yoga didirikan oleh Yogi Bhajan di AS pada tahun 1969.

NIRVIKALPA YOGA. Kelas Nirvikalpa Yoga biasanya mengedepankan konsep holistik dan skeptisisme dalam proses belajarnya. Tidak hanya di atas mat, murid juga diharapkan bisa mengamalkan di luar kelas. Arti “nirvikalpa” sendiri ialah “tanpa keraguan”. Dan keraguan itu sendiri menurut sang pendiri Setyo Jojo dari Bandung hanya bisa dicapai jika dilaksanakan secara penuh oleh masing-masing individu, bukan hanya dari dogma atau ajaran yang menumpulkan daya pikir dan sikap kritis. Tidak heran jika semua pelaku tidak diperkenankan mengonsumsi zat-zat yang berbahaya seperti rokok, minuman beralkohol dan narkotika. Para pengajar Nirvikalpa hanya boleh mengajarkan segala sesuatu yang benar-benar mereka ketahui dan praktikkan saja. Tujuan kelas Nirvikalpa Yoga ialah membantu meningkatkan perspektif pikiran agar keluar dari rutinitas dan ‘kesadaran’ yang sudah biasa terbangun. Anda yang menginginkan pose-pose menantang mungkin akan menganggap gerakan-gerakannya sangat simpel, tetapi pose-pose yang terlalu berisiko memang kurang disarankan di sini karena sejatinya latihan diperlukan untuk mengkondisikan tubuh dan pikiran untuk menunjang kinerja kita dalam berkegiatan fisik dan mental setiap hari. Latihan asana lebih diarahkan pada sisi penyembuhan dan relaksasi, bukan olah fisik saja. Napas yang lembut dan dalam juga diutamakan dalam kelas. Keunikan lainnya ialah fokus pada sistem lokomotor tubuh, yaitu kontraaksi dan ekspansi otot yang lambat, halus, tanpa paksaan. Anda akan menemukan sesi pemijatan mandiri di akhir kelas.

OM Yoga (omyoga.com). Rangkaian gerakan vinyasa berkecepatan sedang digabungkan dengan instruksi untuk menjaga kesejajaran adalah yang akan Anda temukan dalam kelas OM Yoga. Tidak hanya itu, akan ada konsep-konsep Budha Tibet seperti kesadaran dan kasih sayang yang dimasukkan dalam kelas. Tujuan OM Yoga ialah meningkatkan kekuatan, kestabilan dan kejelasan dan menyatukan kesadaran dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Pendiri OM Yoga Cyndi Lee telah menekuni yoga sejak tahun 1971 dan Budha Tibet sejak 1987. Pusatnya berada di New York City.

ORGANIK YOGA. Kelas Organik Yoga mengedepankan konsep bahwa yoga tidak hanya asana. Digagas oleh Yudhi Widdyantoro, yoga ini mengutamakan kepedulian terhadap alam dan semua makhluk dan aspek kesehatan melalui pemilihan asupan yang lebih sehat dan bersifat lokal dan organik, tanpa menggunakan bahan-bahan kimia dan pangan impor yang membebani bumi.

PARAYOGA (parayoga.com). Menggabungkan filosofi Tantra dengan praktik yang dinamis, kelas ParaYoga mencakup asana-asana yang menantang dengan titik tekan pada praktik pranayama, meditasi, mudra, dan bandha. Berakar dari teks-teks kuno dan kehidupan kontemporer, praktik ParaYoga menunjukkan bagaimana asana mempengaruhi dan mengubah energi. Tujuannya ialah memanifestasikan keberhasilan spiritual dan duniawi melalui kesadaran akan diri dan penyempurnaan Prana. Rod Stryker, seorang murid Kavi Yogiraj Mani Finger dan Pandit Rajmani Tigunait mendirikan ParaYoga di tahun 1995.

PRANA FLOW YOGA (shivarea.com). Ada tiga kata yang bisa menggambarkan secara tepat aliran yoga yang muncul tahun 2005 ini:”kreatif”, “menantang” dan “menguatkan”. Bentuk sekuennya mirip tarian, meditasi bergerak, musikal, sangat aktif dan mengalir bagai gelombang air laut. Anda bisa menemukan gerak gelombang ini dalam ayunan telapak tangan yang dibebaskan dalam setiap gerakan. Setelah mantra pembuka OM, kelas prana flow yoga biasanya diisi dengan rangkaian gerak vinyasa yoga yang sambung menyambung, tanpa putus sehingga bagi Anda penyuka olah tubuh kardiovaskuler, tipe yoga ini sangat sesuai dengan selera Anda.

PURNA YOGA (yogacenters.com, aadilandmirra.com).

Kelas purna yoga berfokus pada asana, alignment ala Iyengar dan penggabungan filosofi yoga. Meditasi singkat dilakukan di awal dan akhir kelas untuk menghubungkan siswa dengan pusat jiwa. Ajaran purna yoga bertitik tekan pada penyatuan tubuh dan pikiran dengan jiwa. Ada empat anak tangga menuju purna yoga: meditasi, asana dan pranayama, filosofi terapan, dan nutrisi serta laku hidup. Terilhami oleh pemikiran Shri Aurobindo dan Ibundanya, purna yoga secara resmi didirikan Aadil dan Mirra Palkhivala tahun 2003. Pusatnya di kota Bellevue, Washington.

SIVANANDA YOGA (sivananda.org).

Berdasarkan ajaran Swami Sivananda, gaya yoga ini condong pada spiritualitas daripada fisik. Tiap kelas yang berlangsung selama 90 menit fokus pada 12 pose utama dan mantra bahasa Sansekerta, olah napas, meditasi dan relaksasi.  Sivananda Yoga dirancang untuk mengubah dan memperbaiki kesadaran manusia pelakunya. Selain itu, ia juga ingin memfokuskan diri pada lima pondasi utama yoga:olah tubuh, pernapasan, relaksasi, asupan (vegan), dan pemikiran dan meditasi positif.

SVAROOPA YOGA (svaroopayoga.org)

Kelas-kelas dalam svaroopa (kegembiraan menjadi Diri) yoga banyak memakai alat bantu (props) dan dilakukan di lantai. Penyesuaian (adjustment) yang rinci juga diberikan di sepanjang kelas. Kelas diawali dan diakhiri dengan savasana serta lebih banyak bertujuan melepaskan ketegangan. Kata “svaroopa” sendiri mengacu pada pandangan khas Tantra terhadap tubub kasar manusia sebagai sebuah bentuk kesadaran. Tujuan svaroopa yoga ialah menciptakan “pembukaan inti” demi menyingkirkan halangan energi menuju transformasi dalam diri. Svaroopa didirikan tahun 1992 oleh Swami Nirmalananda dan Saraswati, seorang siswa setia Swami Muktananda (1908-1982), yang sudah ditahbiskan sebagai rahib Saraswati. Pusat svaroopa yoga ada di Malvern, Pennsylvania.

TRIYOGA (triyoga.com)

Sebuah kelas TriYoga berisi  latihan asana, pranayama, mudra, dharana, dan meditasi. Gerakan tulan belakang yang mirip spiral dan pernapasan yang selaras dibuat sedemikian rupa untuk membangunkan prana atau energi hidup dalam tubuh. TriYoga didirikan oleh Kali Ray di taun 1980. Ray mengalami pembangunan Kundalini dan menciptakan praktik yoga yang bernuansa kundalini-hatha. Pusat TriYoga di Los Angeles.

VINIYOGA (viniyoga.com)

Dirancang sesuai dengan kebutuhan tiap orang, kelas viniyoga bervariasi dan bisa mencakup asana, pranayama, chanting, meditasi, doa dan ritual. Semua kelas menekankan pada penggerakan tulang belakang dan koordinasi gerakan dengan napas. Viniyoga berguna dalam terapi tubuh dan meningkatkan pernapasan, suara, ingatan, kecerdasan, karakter, dan hati. Viniyoga menganggap yoga  sebagai alat meningkatkan sisi positif, mengurangi sisi negatif,  dan membantu tiap praktisi mencapai kesadaran yang berbeda-beda. — kunci menuju semua proses transformasi diri. Gary Kraftsow mendirikan American Viniyoga Institute tahun 1999. Guru utamanya yakni T. K. V. Desikachar. Gary Kraftsow dan Mirka Scalco Kraftsow menjabat sebagai guru senior di dalam lembaga itu.

YOGA TRADISI KRISNAMACHARYA (kym.org, khyf.net)

Kelas-kelas aliran yoga ini dilakukan secara berkelompok dan lebih privat karena jumlahnya terbatas. Untuk praktik asana, tiap gerakan diselaraskan dengan dengan napas dan efek yang dirasa dalam tubuh dan napas serta emosi. Siswa diharapkan bisa menjalani kehidupan dengan lebih penuh dan lancar setelah kelas. Sri T. Krishnamacharya (1888-1989) dikenal sebagai Bapak Yoga Modern. Di Krishnamacharya Yoga mandiram di Chennai, India, anak laki-lakinya T. K. V. Desikachar dan cucunya Kausthub Desikachar meneruskan tradisi itu dan menyesuaikannya dengan perkembangan dunia yoga modern yang makin dinamis.

Tentunya aliran yoga yang ada di dunia tidak hanya ini saja. Di luar ini masih banyak lagi. Jika Anda mengetahui aliran lain yang belum dimasukkan di sini, silakan tinggalkan komentar di bawah tulisan ini.

#Yoga Is Not Your Hiding Place from Reality

‎”Some people might think that by practicing Yoga you’re running away from the world and are not going to enjoy anything. But yogis are the people who are going to enjoy everything. Because when you’re the master of your life, you’re not controlled by anything and you can enjoy everything. This is the aim of Yoga.” – Swami Satchidananda

I stumbled upon the gorgeously arranged string of words on a fellow yogi’s Instagram feed. So though some people think social media is full of prentention, it can be filled with true wisdom, too.

It reminded me of a friend who complained right after he was on board, flying to Jakarta after his amazing yoga retreat in Bali. “Back to the real world, guys! Wish I could stay longer there,” he blurted on Facebook, wanting us to know what he truly felt about being back to the hectic life and the daily grind that sucks most of the time.

Another friend of his noticed the escapism attitude in the complaint, criticizing:”So yoga is your way to flee the reality?”

That, however, did stun me in someway as well. There is a point, or some, in our life when things really don’t go the way we want. And if you’re a yogi/ni or familiar with yoga practice, yoga may help alleviate all or most or some of the pain.

I totally can relate to my friend’s complaint. Yoga — as far as I’m concerned — enables me to rest from the binding monotonous routines, study our Self more profoundly, solemnly, without any unnecessary external intervention. ‎Yoga provides me arare opportunities to be on my own, be my own master. I feel free, unchained, uncontrolled, let go by the norms and demands of the society and authority. What a sanctuary!

So when a yoga class is over, I suddenly turn miserable and forlorn again. ‎What’s wrong with this feeling and mind?

‎What Swami Satchidananda states indeed opens my eyes that what I feel after yoga classes is somewhat similar to what my escapist friend felt after his glorious yoga retreat.

Can we enjoy everything we go through in life just like what the Indian thinker suggests?

That, I suppose, is one of the most worth thinking subject matters a yogi/ni can have. ‎That could be our lifelong homework, too.